#pandangan_dua

RASAKI (dalam bahasa Minang), biasa dikenal dengan istilah rezeki/rejeki. memiliki makna yang sangat luas, hingga-saking luasnya kadang terlupa bahwa itu tergolong dalam kategori rejeki.

bangun disubuh hari dengan tubuh yang sehat dalam semangat membara dimulai dengan menyeruput teh hangat dalam kondisi rapi siap menjemput rejeki lainnya. walau terkadang sering mengeluh dan lupa-bahwa segala sesuatu yang karna terlalu terbiasa dijumpai sering terlupa untuk disyukuri. bahwa sebenarnya bersyukur adalah salah satu jalan menjemput rejeki.

belajar untuk selalu bersyukur dalam kondisi apapun. jika sulit, silakan lihat kebawah. ada yang sedang berusaha menggapai apa yang telah kita miliki. jika rasa syukur mulai muncul, peliharalah ia. untuk mengundang kedamaian dan rejeki yang lainnya.

sedikit banyaknya uang tidak menentukan keberkahan. namun, untuk apa digunakan uang itu lebih menentukan keberkahan. karna keberkahan tidak cukup jika diungkapkan dalam kata-kata. ia hanya bisa dirasa.

hanya pandangan seorang kawan yang masih sering lupa untuk bersyukur.

 

Posted in Uncategorized | 8 Comments

#pandangan_satu

menjadi tua itu pasti. namun, menjadi orang tua itu tidak pasti. banyak yang menikah, namun tidak semua yang menikah diamanahi anak oleh Allah swt. ada yang baru menikah sudah diamanahi anak. ada yang bertahun-tahun baru diamanahi anak. dan ada yang tidak diamanahi anak sama sekali.

tugas dan tanggung jawab besar-hadir dengan hadirnya seorang anak. nanti dulu bicara biaya masuk sekolah, biaya beli/bangun rumah, biaya kendaraan, dan biaya lain-lain. tanggung jawab di atas tanggung jawab itu adalah AQIDAH ANAK. dahulukan yang utama sebelum yang penting lainnya.

sebagai orang tua, dahulukan untuk memberikan yang bisa dibawa anak hingga mati. mereka adalah aqidah, adab, akhlak, dan ilmu. mendahulukan yang utama dan mengusahakan yang penting. jangan sampai dibalik.

ini hanya pandangan seorang kawan yang menikah saja belum apalagi punya anak 😀

Posted in malam | Leave a comment

Takut ataukah Sukacita?

Shalat sunnah gerhana ternyata dilakukan dahulu oleh Rasulullah Saw dalam keadaan takut. Bukan dalam keadaan sukacita seperti shalat hari raya. Kenapa dalam keadaan takut? Takut akan terjadinya kiamat. Takut akan selamanya gelap.

Mari memohon ampun jika malah yang dilakukan jauh dan bertentangan dari yang Rasulullah Saw lakukan. Membeli kacamata dan teropong untuk melihat gerhana. Melihat ke langit dengan perasaan sukacita, menunggu detik-detik matahari-bulan-bumi berada di satu garis. Mudah saja bagi Allah untuk membenturkannya satu dengan yang lain.

Subhanallah, semoga Allah senantiasa mendahulukan maafNya daripada amarahNya.
Selalu belajar dan sedikit demi sedikit mengikuti apa yang telah diteladankan Rasulullah Saw.

Posted in Uncategorized | 3 Comments

Positive thinking melahirkan positive respon

Positive thinking melahirkan positive respon.

Seekor kecoa bisa saja sebuah masalah bagi kamu. Bisa saja bukan sebuah apa-apa bagi saya. Jika kecoa adalah masalah, maka respon yg dihasilkan bisa jadi hebring, loncat-loncat, sampai gelas tumpah dan membasahi bajumu. Dan jika kecoa bukanlah sebuah masalah, maka respon yang dihasilkan biasa-biasa saja, paling dibuang jika mengganggu. Tidak ada gelas tumpah, tidak ada baju yang basah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Belajar tanpa batas

Belajar tanpa batas waktu, tempat, dan guru. Belajar itu tentang niat. Niat adalah perkataan hati. Selagi masih ada hati, maka niat akan selalu bersamanya. Dan selagi masih ada niat, maka belajar akan selalu bersamanya. SELAMANYA.

Salah jika tamat sekolah berarti tamat belajar. Salah jika tidak di sekolah berarti tidak belajar. Salah jika tidak dengan bapak/ibu guru berarti tidak bisa belajar.

Tetaplah lapar, tetaplah bodoh..

STEVE JOBS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

memasak itu baik

memasak itu baik untuk kesehatan, baik untuk keuangan, baik untuk kerukunan, baik untuk kebersamaan, dan yang baru-baru ini saya temukan, memasak itu baik untuk mood dan semangat. dengan memasak, nilai-nilai positif akan tumbuh dan muncul seiring dengan naiknya aroma dan wanginya masakan. jadi, jika suatu hari nanti saya lelah, letoy, lunglai, in badmood, tolong ingatkan saya untuk memasak. setidaknya hari ini saya mengerti kenapa chef di resto saya memilih memasak sebagai hidupnya 🙂

Posted in Uncategorized | Leave a comment

siapa(apa)kah tersangka(terdakwa)nya?

kenapa kenaikan harga menjadi ritual wajib sebelum ramadhan datang? gula, telur, cabe, ayam, bawang, sayur, dsb. alasan di tipi-tipi ataupun saat ditanya ke pedagang langsung adalah karena harga dari penyetok juga naik. kenapa harga dari penyetok naik? karena harga pusat naik? kenapa harga pusat naik? karena setok kurang? lalu siapa(apa)kah yang menaikkan harga sebenarnya?

ada yang bisa bantu saya mengerti?

Posted in Uncategorized | Leave a comment