Laut disenja..

Laut disenja, senja di laut, laut dan senja.

Adalah kehilangan. Moment yang telah hilang, ingatan yang telah berlalu.

Adalah kenangan. Yang seringkali datang tanpa mengetuk, tanpa aba-aba.

Adalah rumah untuk pulang. Tujuan disaat pekerjaan telah selesai.

Adalah tempat terlelap disaat lelah menyapa. Tempat beristirahat untuk kembali mengambil energi.

 

Sebentuk kerinduan pada laut disenja. Ia menyimpan banyak cerita yang seringkali membuat rindu. Rindu, pada waktu yang telah hilang dan berlalu. Rindu, pada kenangan yang menyimpan banyak cerita. Rindu, pada rumah untuk pulang. Dan rindu, pada tempat  melepaskan segala lelah.

Laut disenja, kapankah akan terulang kembali?

Senja di laut, kapankah akan bertemu kembali?

Laut dan senja, kapankah akan bercerita kembali?

 

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kopi itu..

Kopi adalah seni. Mendapatkan aroma yang pas butuh keahlian. Seni menghidu biji kopi. Kopi adalah seni. Seni dalam bertemu. Alasan untuk kembali duduk bersama. Untuk kembali merangkai cerita yang berisi tawa dan karya.

Kopi adalah emosi. Bagaimana caramu menikmati kopi, berarti begitulah perasaanmu saat itu. Terkadang menikmati kopi tak perlu didampingi. Karna diri yang sedang butuh sendiri. Bisa jadi ingin menyepi. Atau hanya sekedar ingin waktu untuk diri.

Kopi adalah suasana hati. Pilihan kopimu menunjukkan bagaimana suasana hatimu saat itu. Hanya ingin menyeruput nikmatnya kopi. Sesederhana itu. Rindu akan sebuah rasa– yang sulit dideskripsikan, menyentuh lidah dan dinding-dinding tenggorokan. Malam, pagi, siang, sore, atau pun senja tak jadi masalah. Karna, waktu hanyalah tentang sebuah seni, emosi, atau pun suasana hati.

 

Posted in Uncategorized | 2 Comments

#pandangan_dua

RASAKI (dalam bahasa Minang), biasa dikenal dengan istilah rezeki/rejeki. memiliki makna yang sangat luas, hingga-saking luasnya kadang terlupa bahwa itu tergolong dalam kategori rejeki.

bangun disubuh hari dengan tubuh yang sehat dalam semangat membara dimulai dengan menyeruput teh hangat dalam kondisi rapi siap menjemput rejeki lainnya. walau terkadang sering mengeluh dan lupa-bahwa segala sesuatu yang karna terlalu terbiasa dijumpai sering terlupa untuk disyukuri. bahwa sebenarnya bersyukur adalah salah satu jalan menjemput rejeki.

belajar untuk selalu bersyukur dalam kondisi apapun. jika sulit, silakan lihat kebawah. ada yang sedang berusaha menggapai apa yang telah kita miliki. jika rasa syukur mulai muncul, peliharalah ia. untuk mengundang kedamaian dan rejeki yang lainnya.

sedikit banyaknya uang tidak menentukan keberkahan. namun, untuk apa digunakan uang itu lebih menentukan keberkahan. karna keberkahan tidak cukup jika diungkapkan dalam kata-kata. ia hanya bisa dirasa.

hanya pandangan seorang kawan yang masih sering lupa untuk bersyukur.

 

Posted in Uncategorized | 8 Comments

#pandangan_satu

menjadi tua itu pasti. namun, menjadi orang tua itu tidak pasti. banyak yang menikah, namun tidak semua yang menikah diamanahi anak oleh Allah swt. ada yang baru menikah sudah diamanahi anak. ada yang bertahun-tahun baru diamanahi anak. dan ada yang tidak diamanahi anak sama sekali.

tugas dan tanggung jawab besar-hadir dengan hadirnya seorang anak. nanti dulu bicara biaya masuk sekolah, biaya beli/bangun rumah, biaya kendaraan, dan biaya lain-lain. tanggung jawab di atas tanggung jawab itu adalah AQIDAH ANAK. dahulukan yang utama sebelum yang penting lainnya.

sebagai orang tua, dahulukan untuk memberikan yang bisa dibawa anak hingga mati. mereka adalah aqidah, adab, akhlak, dan ilmu. mendahulukan yang utama dan mengusahakan yang penting. jangan sampai dibalik.

ini hanya pandangan seorang kawan yang menikah saja belum apalagi punya anak 😀

Posted in malam | Leave a comment

Takut ataukah Sukacita?

Shalat sunnah gerhana ternyata dilakukan dahulu oleh Rasulullah Saw dalam keadaan takut. Bukan dalam keadaan sukacita seperti shalat hari raya. Kenapa dalam keadaan takut? Takut akan terjadinya kiamat. Takut akan selamanya gelap.

Mari memohon ampun jika malah yang dilakukan jauh dan bertentangan dari yang Rasulullah Saw lakukan. Membeli kacamata dan teropong untuk melihat gerhana. Melihat ke langit dengan perasaan sukacita, menunggu detik-detik matahari-bulan-bumi berada di satu garis. Mudah saja bagi Allah untuk membenturkannya satu dengan yang lain.

Subhanallah, semoga Allah senantiasa mendahulukan maafNya daripada amarahNya.
Selalu belajar dan sedikit demi sedikit mengikuti apa yang telah diteladankan Rasulullah Saw.

Posted in Uncategorized | 3 Comments

Positive thinking melahirkan positive respon

Positive thinking melahirkan positive respon.

Seekor kecoa bisa saja sebuah masalah bagi kamu. Bisa saja bukan sebuah apa-apa bagi saya. Jika kecoa adalah masalah, maka respon yg dihasilkan bisa jadi hebring, loncat-loncat, sampai gelas tumpah dan membasahi bajumu. Dan jika kecoa bukanlah sebuah masalah, maka respon yang dihasilkan biasa-biasa saja, paling dibuang jika mengganggu. Tidak ada gelas tumpah, tidak ada baju yang basah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Belajar tanpa batas

Belajar tanpa batas waktu, tempat, dan guru. Belajar itu tentang niat. Niat adalah perkataan hati. Selagi masih ada hati, maka niat akan selalu bersamanya. Dan selagi masih ada niat, maka belajar akan selalu bersamanya. SELAMANYA.

Salah jika tamat sekolah berarti tamat belajar. Salah jika tidak di sekolah berarti tidak belajar. Salah jika tidak dengan bapak/ibu guru berarti tidak bisa belajar.

Tetaplah lapar, tetaplah bodoh..

STEVE JOBS

Posted in Uncategorized | Leave a comment